Pengangguran Tinggi, Menteri Kardin Memotivasi: Waktunya Pikirkan Karier di Luar Negeri

Money103 Dilihat
banner 468x60

Angka tinggi pengangguran terbuka di Jawa Tengah membuat Menteri Perlindungan Pelembagaan dan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Kardin, mendukung warganya agar mencari pekerjaan ke luar negeri dengan cara yang sah.

Pada Provinsi Jawa Tengah terdapat hampir 1 juta orang pengangguran yang masih belum mendapatkan pekerjaan, Anda sebagai mahasiswa akan menjadi tenaga kerja masa depan tetapi mungkin tidak langsung diserap oleh pasar lokal, oleh karena itu pikirkan untuk mencari peluang di luar negeri,” ungkap Kardin dalam acara diskusi panel serta penandatanganan pembukaan Pusat Tenaga Kerja Migran di Gedung Prof. Soedarto, Universitas Diponegoro (Undip), Semarang pada hari Kamis tanggal 26 Juni 2025.

banner 336x280

Dia mengatakan bahwa jumlah pengangguran di seluruh Indonesia sudah melebihi 70 juta orang.

Dalam situasi semacam itu, dia menyatakan bahwa menjadi Tenaga Kerja Migran Indonesia (TKMI) berpengalaman merupakan salah satu jawaban penting untuk menekan angka pengangguran.

Ketika merespons pertanyaan partisipan tentang kurangnya lapangan pekerjaan lokal, Kardin menyatakan bahwa masalah itu tidak termasuk dalam tanggung jawabnya.

Ia mengatakan bahwa pertanyaan tersebut seharusnya ditanyakan kepada Menteri Tenaga Kerja, bukan dirinya. Sebab, pihak yang bertanggung jawab atas penyerapan tenaga kerja di dalam negeri adalah Menteri Tenaga Kerja; sementara dia sendiri lebih banyak menangani pengiriman tenaga kerja ke luar negeri.

Dia menggarisbawahi bahwa tanggung jawab Kementerian P2MI adalah berperan sebagai penghubung untuk WNI yang bercita-cita bekerja di luar negeri dengan cara yang sah dan aman.

“Hanya saja, bekerja di luar negeri bisa menjadi fondasi yang lebih baik untuk mengarungi karier secara global. Oleh karena itu, bekerja di luar negeri tidak seharusnya hanya dipandang sebagai opsi cadangan. Menurut pendapatku, ini adalah pilihan pertama dan terpenting,” tambahnya.

Kardin percaya pula bahwa mengirim tenaga kerja Indonesia ke luar negeri dapat dijadikan peluang bagi negara kita untuk memperluas jejaknya di panggung internasional.

“Sekarang ini, pengaruh tidak lagi diperoleh melalui peperangan, tetapi lewat ide dan pemikiran. Korea Selatan mendominasi kita berkat K-Pop mereka yang dirancang apik. Sebaliknya, kita mempengaruhi global dengan mengirim tenaga kerja migran profesional yang membawa nilai-nilai Indonesia ke setiap penjuru dunia,” ucapnya.

Dia juga percaya bahwa adanya PMI yang berstandar tinggi dapat memberi peluang kepada generasi Indonesia untuk tampil sebagai pemimpin di pentas dunia.

“Sekali-kali warga Indonesia berpotensi menjadi Perdana Menteri di Inggris layaknya warganya yang berasal dari India pernah menduduki posisi tersebut. Salah satu cara terbaik untuk mempengaruhi panggung global adalah melalui jalur tenaga kerja migran,” katanya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *