REI Mendorong Peningkatan Keterampilan Pengembang di Jawa Timur

Makassar97 Dilihat
banner 468x60


.CO.ID – JAKARTA.

Real Estate Indonesia (REI) terus berupaya memperkuat kemampuan sumber daya manusia (SDM) bagi para pembangun proyek di wilayah-wilayah tersebut. Menurut asosiasi developer ini, hal itu sangat diperlukan untuk mengoptimalkan keterampilan anggota mereka.

Baru-baru ini, DPD REI Jawa Timur telah menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) serta ujian sertifikasi untuk 157 pengembang anggotanya di Surabaya pada tanggal 10-11 Juni 2025.

banner 336x280

Ketua DPD REI Jawa Timur, H Mochamad Ilyas, menegaskan bahwa ini merupakan kali pertama REI melaksanakan program sertifikasi bagi para pengembang perumahan. “Selama 30 tahun berkarier di industri properti dan 25 tahun bergabung dengan REI, barulah sekarang kita adakan kegiatan seperti ini. Ini adalah gelombang perdana,” paparnya saat memberikan komentar kepada media pada hari Kamis tanggal 12 Juni.

Pelatihan ini menggandeng asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) DPP REI serta Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), bertujuan bukan sekadar untuk menerbitkan sertifikat, namun juga memperluas wawasan dan jaringan para peserta sehingga dapat tumbuh sebagai pengembang yang profesional dan berkualitas tinggi.

Ilyas menyatakan betapa vitalnya sertifikasi untuk bersiap menghadapi perkembangan di sektor real estat, sehingga para pembuat proyek dapat menciptakan hasil kerja bermutu tinggi, memberi prioritas pada pelanggan, serta menjaga aspek jangka panjang. Dia berkeinginan agar Pemprov Jawa Timur mengambil contoh dari Jawa Tengah yang telah mensyaratkan adanya sertifikasi bagi setiap developer.

Komisioner BNSP, Adi Mahfudz Wuhadji, menggarisbawahi bahwa proses sertifikasi lebih dari sekedar aspek teknis; ini adalah langkah untuk membentuk suatu sistem yang mendukung pertanggungan jawab secara profesional. Dia menyebutkan bahwa baru sekitar 10 persen pekerja di bidang konstruksi yang telah disertifikasi pada tahun 2019, dengan angka tersebut turun kemudian hari. “Meskipun Jawa Timur cukup proaktif dalam hal ini, tetapi masih ada banyak peluang bagi perbaikan,” katanya.

Saati ini, sertifikasi masih bersifat sebagai usulan saja, tetapi BNSP beserta dengan kementerian dan instansi yang relevan sedang berusaha mengubahnya sehingga menjadi suatu keharusan dalam proses pengajuan izin. Hal tersebut sangat diperlukan guna membatasi meningkatnya jumlah developer tidak resmi.

Sertifikat meliputi tujuh elemen: kecocokan tempat dan modal, persiapan serta perencanaan konstruksi, promosi, transaksi penjualan, dan manajemen ekosistem.

Ilyas menyebutkan bahwa walaupun jumlah peserta baru belum mencapai 20% dari keseluruhan anggota REI Jawa Timur, semangat mereka tetap sangat tinggi. Untuk itu, REI Jawa Timur merencanakan tahapan pendaftaran selanjutnya. Program tersebut juga tersedia untuk para developer skala kecil dengan tujuan membangun ekosistem properti yang sehat serta inklusif.

Adi Mahfudz menyatakan tambahanannya bahwa sertifikasi hanyalah titik awal, bukannya hasil akhir; ini merupakan permulaan bagi tugas profesional dengan tanggung jawab yang semakin meningkat. Menurut dia, “Kita tidak dapat beroperasi seorang diri saja. Kerjasama serta kesepakatan bersama seluruh pihak menjadi elemen penting dalam pembentukan industri perumahan yang jujur, bermutu tinggi, dan mendapat penghargaan baik di skala lokal maupun global,” tuturnya demikian.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *