Pemegang Saham Resmi Putuskan Penghentian Operasional Mandala Airlines

Makassar, News237 Dilihat
banner 468x60



, JAKARTA – Para pemilik saham dari PT Mandala Airlines (yang sedang dilikuidasi) secara resmi menghapuskan salah satu maskapai terlama di tanah air tersebut. Maskapai Mandala ini sudah berstatus bangkrut sejak bulan Februari tahun 2015 dan proses pembagian asetnya pun rampung pada Februari 2017.

Pembubaran perusahaan tersebut ditentukan sesuai dengan akte dari putusan Rapat PT Mandala Airlines (yang sedang dalam proses likuidasi), yang bertanggal 28 Mei 2025.

banner 336x280

Walaupun begitu, dalam dokumen yang disahkan oleh kantor notaris Sulchiah Ulfah tersebut ditetapkan bahwa pembubaran dan likuidasi perusahaan berlaku efektif mulai tanggal 17 Januari 2025. Para pemegang saham pun menunjuk Mohamad Zaky Achtar menjadi likuidatornya.

“Dalam kaitannya dengan keputusan perusahaan tersebut, individu atau badan yang memiliki klaim terhadap perusahaan dan berkeinginan untuk menyampaikan klaimnya dapat mengirimkan permohonan secara tertulis kepada liquidator perusahaan,” demikian disebutkan dalam pengumuman pada surat kabar Neraka tanggal 12 Juni 2025.

Dalam catatan
Bisnis
PT Mandala Airlines mengajukan kebangkrutan atas dirinya sendiri di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada tahun 2014 dengan alasan bahwa perusahaannya tidak memiliki prospek pengembangan dalam bidang usaha penerbangan tersebut. Sebelumnya, perusahaan telah berhenti operasi penerbangannya mulai tanggal 1 Juli 2014.

Pada saat tersebut, pengacara direktur PT Mandala Airlines Zaky Tandjung menyampaikan bahwa kliennya telah kehilangan kemampuan untuk terus menjalankan operasi usaha perusahaannya.

Di samping itu, hutang perusahaan pada kreditor serta para pemilik saham telah mencapai jumlah yang sangat tinggi. “Biaya operasional usaha kita cukup signifikan dan utang kepada kreditor pun tidak sedikit. Oleh karena itu, kami memohon agar pengadilan mengumumkan bahwa perusahaan berada dalam kondisi bangkrut ini demi perlindungan hak-hak dari kreditor dan pemilik saham,” ungkap Zaky kepada Bisnis sekitar 11 tahun silam.

Selama masa penahanan operasional itu, firma tetap berupaya mengeksplorasi peluang bisnis mereka. Akan tetapi, sebagaimana dijelaskan lebih lanjut, biaya operasional yang cukup tinggi mendorong keputusan perusahaan untuk mengakhiri eksistensinya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *