Hadiri Penamatan, Ibu Sekprov: Sarpras Masih Butuh Dibenahi

News148 Dilihat
banner 468x60
Ketua Yayasan Perguruan Pertiwi, Dra Sri Reject Hayat, MM

MAKASSARINFOKU — Penamatan murid TK Pertiwi Kota Makassar digelar Sabtu, 11 Juni 2022. Acara yang dirangkai dengan pentas seni dihadiri istri Sekretaris Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, Dra Sri Rejeki Hayat, MM. Ia hadir dalam kapasitas Ketua Yayasan Perguruan Pertiwi Makassar.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan terima kasih atas kerja keras panitia dan guru-guru dalam menyelenggarakan acara tersebut. “Kita tenti semua berbahagia karena hari ini ada anak-anak kita yang tamat. Saya ingatkan, untuk lanjut ke jenjang SD masih ada juga SD Pertiwi,” ungkapnya.

banner 336x280

Soal sarana dan prasarana, ia mengakui, memang masih banyak yang perlu dibenahi. Ia pun berjanji akan memberi perhatian pada perbaikan prasarana dimaksud.

“Perguruan kita ini memang masih butuh dibenahi, terutama sarana dan prasarananya,” sebutnya.

Pengawas TK Wilayah I Kecamatan Rappocini, Hj Ashajar, S.Pd menyampaikan rasa syukur atas penyelenggaraan acara yang sudah bisa dilakukan secara langsung. Betapa tidak, dalam dua tahun terakhir, sejak pandemi covid-19, semua kegiatan serba dibatasi. Akibatnya, kegiatan serupa ini tak bisa diselenggarakan.

“Alhamdulillah, anak-anak kita hari ini, saya melihat kemajuan yang luar biasa. Kalau dulu-dulunya malu-malu tampil, sekarang sudah bisa tampil dengan percaya diri,” pujinya.

Selain itu, lanjutnya, kalau selama ini, penampilannya hanya biasa-biasa saja, maka sekarang penampilannya sudah luar biasa. “Ini semua tentu atas kerja keras guru-guru dan orang tua yang bisa bekerja sama dengan baik. Terima kasih atas kerja keras dan kerja sama yang baik itu,” tegasnya.

Sementara itu, suasana haru tak bisa dilepaskan dari acara yang bertajuk, pentas seni dan tutup tahun ajaran 2021-2022 ini. Dari aneka hiburan dan penampilan yang digelar, semua melibatkan anak didik. Baik yang tamat maupun yang masih tinggal. Mulai dari tari-tarian yang sifatnya hiburan, hingga aneka gerak dan lagu yang membawa nilai-nilai pelajaran dan kekompakan.

Para purnabakti, mantan guru dan guru-guru yang masih aktif juga tidak terlupakan. Mereka diundang hadir dan diberi cenderamata oleh panitia. Momen tak kalah berkesannya saat semua murid tampil menyanyikan lagu “Mars TK Pertiwi dan Guruku Tersayang.” Guru-guru yang ikut mendampingi murid-muridnya menyanyi tampak tak kuasa menahan air mata. Kedekatan selama bertahun-tahun membuat perpisahan menjadi momen yang menyedihkan.

Ketua Panitia, Asni Asriani menyampaikan permohonan maaf sekiranya ada yang kurang dalam penyelenggaraan acara. Meski panitia sudah bekerja keras, ia menyadari, kesempurnaan itu hanya milik Yang Maha Kuasa.

“Kami menyadari, kemampuan kami ada batasnya. Maka mohon kerelaan dan keikhlasan untuk memaafkan segala yang tidak berkenaan,” pintanya. ($)

banner 336x280