Tidak Hanya di Sidrap, Makassar Juga Memiliki Janda Sebanyak 3.543

News271 Dilihat
banner 468x60


Tahun 2019 telah berlalu. Namun, tetap kenangan history yang menjadi tolak ukur dalam kehidupan rumah tangga.

Jika diestimasikan hitungan kalender masehi, 1 tahun kebahagiaan, 12 bulan kedamaian, 365 hari kegembiraan, 8.760 jam kasih sayang, 525.600 menit cinta dan 31.536.000 detik kebersamaan akan terukir dlm bingkai bahterah kenagan indah.

banner 336x280

Waktu begitu panjang ternyata menyisahkan kenagan berharga bagi para pasangan suami istri (Pasutri) yakni sebanyak 3.543 Pasutri di Makassar cerai selama 2019. Mayoritas karena Ekonomi

Pakar psikologi Universitas Negeri Makassar, Prof.Dr.Muhammad Jufri, S. Psi.M.Si, memiliki pandangan bahwa rata-rata faktor penyebab tingginya perceraian usai pernikahan adalah seslain ekonomi juga pihak lain yaitu pihak ketiga. “Memang banyak faktor, tapi jika ditelistik faktor ekonomi dan gangguan pihak ketiga juga akar masalah,” ujarnya.

Dia menambahkan, jika usia muda melakukan ceraih. Atau istilah ceraih talak dan cerai gugat, itu semua akibat perkawinan usia muda (belum matang) kedewasaan dalam menjalani kehidupan rumah tangga sakinah, mawadda, warohmah. “Efek juga dari penikahan usia dini. Apalagi jika rumah tangga belum dewasa menghadapi segala tantangan dan cobaa,” tutup dia.

Diketahui, sesuai data terbaru akhir 2019 angka perceraian di Makassar yang ditangani Pengadilan Agama (PA) Makassar sebanyak 3.543 perkara. “Meningkat sekitar 25-30 persen dari tahun sebelumnya 2018 yakni habya 2.804 perkara. Kini hingga pertengahan Desember 2019 kemaein pengajuan perkara cerai sebanyak 3.607 kasus, namun yang telah diputus sebanyak 3.543 kasus,” kata Panitera PA Makassar, Hartanto.

Menurutnya, fenomena tingginya perceraian di Makassar, lanjut Hartanto, mayoritas dilakukan kalangan usia muda atau rata-rata usia di bawah 30-40 tahun. “Mereka usia muda kebanyakan gugat. Ada beberapa faktor penyebabnya seperti alasan himpitan ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga, perselisihan secara terus-menerus,” jelas Hartanto.

Sumber : Rakyasulsel.co

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *