MODAL potensi sumber daya alam (SDA) tidak bisa diandalkan untuk mensejahterakan rakyat sebuah negara. Potensi SDA tersebut hanya bisa mensejahterakan jika ditunjang dengan sumber daya manusia.
“Tidak ada negara sejahtera karena sumber daya alamnya. Karena harus ditunjang sumber daya manusianya. Andaikata SDA bisa mensejahterakan, maka Indonesialah itu,” ungkap Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Prof Dr Ir Jasruddin, M.Si saat menjadi pembicara pada talkshow bertema, “Kolaborasi untuk Keadilan dan Kesejahteraan Luwu Raya.”
Untuk itu, lanjut mantan Direktur Program Pascasarjan UNM ini, kuncinya pada kolaborasi. Sumber daya alam yang memadai harus bisa dikelola dengan baik melalui sumber daya manusia yang berkualitas.
“Untuk mencapai kesejahteraan ini, maka kuncinya harus kolaborasi. Bukan lagi bertanding,” imbuhnya.
Menjawab pertanyana moderator, Drs Baharuddin Solongi, M.Si, Prof Jas mengakui, SDM di Tana Luwu luar biasa. Oleh karena itu, daerah Luwu Raya jika melihat potensi SDM dan SDA yang dimiliki, maka sangat menjanjikan menjadi daerah otonom.
“SDM bagus, SDA mantap, maka tinggal butuh kolaborasi untuk membuat masyarakat sejahtera,” jelasnya.
Moderator lalu memancing soal Wija To Luwu yang tidak bisa berkolaborasi, tetapi lebih memilih jalan sendiri-sendiri, Prof Jasruddin menegaskan, harusnya bisa berkolaborasi. Karena, ada hal yang mesti disadari, yakni adanya external setting.
“Jadi ada setting dari luar yang menginginkan Wija To Luwu tidak bersatu. Karena kalau bersatu, potensinya sangat luar biasa. Inilah yang mesti disadari, sehingga seharusnya Wija To Luwu itu bisa bersatu dan berkolaborasi.
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani menyatakan, memang kata kuncinya pada kolaborasi. Karena spektrum pemerintahan sangat luas, sehingga butuh partisipasi berbagai pihak dalam berkontribusi membangun daerah. ($)














